Monthly Archive for June, 2002

DREAM TEAM FIFAWORLDCUP

Kiper : Lev Yashin (USSR)
Belakang : Paolo Maldini (Italy), Franz Beckenbauer (West Germany), Roberto Carlos (Brazil)
Tengah : Diego Maradona (Argentina), Zinedine Zidane (France), Roberto Baggio (Italy), Michel Platini (France)
Depan : Johan Cruyff (Nederlands), Pele (Brazil), Romario (Brazil)

Nonton Bareng
Piala dunia kali ini bener bener asyik, kenapa begitu, karena kali ini gue lihat makin banyak yang memanfaatkan peluang bisnis pegelaran paling seru didunia ini, berbagai variasi dibuat demi memuaskan para penggila bola, mulai dari quiz sampe acara nonton bareng di tempat-tempat nongkrong seperti kafe.
Soal nonton bareng, pastinya lebih seru ketimbang nonton dirumah (sendirian lagi hihi) kenapa begituuu, tentu dari jumlah penonton bisa dirasakan suasana yang berbeda. Yang niat bisa sambil ngeceng, Bisa teriak sekencengnya (kalo dirumah, bisa diomelin nyokap kali) dan bisa bikin kubu-kubuan, ditambah layar TV yang lebih baik dan lebih gede ukurannya plus hadiah-hadiah dan bisa nongol di TV.
No Bra Di Stadion
Dan puncak keseruan Nonton bareng akan ada pada final tanggal 30 juni nanti.
Ada dua acara seru di jakarta, yakni nonton bereng final piala dunia di dua stadion bola di jakarta. Satu di Senayan dan lainnya di lebak bulus.
RCTI akan menyelenggarakan nonton bareng di stadion senayan. disana akan disediakan 5 layar raksasa (yang juga didaftarkan di museum MURI) berukuran 8 x 12 meter rencananya akan diletakkan di atas tronton, tepatnya di tengah lapangan dan mengelilingi stadion. Acara ini Deselingi hiburan lain, seperti main bola antar artis. Cukup bayar tiket 10 ribu rupiah, kita bisa dapetin tontonan seru.
Kalo yang dilebak bulus, yang ngadain acara adalah coca cola, juga akan dimeriahkan artis-artis. Cuma katanya cara masuknya cukup menukarkan 11 tutup botol coca cola bergambar bola. Gue gak tau apa boleh pake duit. Ada yang tau? Selain dilebak bulus coca cola ngadain juga di stadion-stadion lain di daerah yakni: Stadion Persib Bandung, Tri Lomba Juang Semarang, Stadion Sawunggaling Surabaya dan di stadion Teladan Medan.
Jadi masih mau nonton dirumah? Gimana kalo blogsport team juga nonton bareng yok.

Selidik punya selidik ternyata Guus Hidink itu adalah putra Indonesia kelahiran Belanda. Cuma beliau tidak dibesarkan di lingkungan pesantren makanya jadi pemain sepakbola. Coba kalo besar di lingkungan pesantren, setidaknya sekarang tentu udah jadi mentri agama membantu seniornya Guus Dur

Korsel yang biasa maen dengan 14 orang ya harus dilawan dengan 14 orang juga donk! Tapi paling ga Korsel kemaren maen bagus. Walau kalah, kita boleh bangga deh jadi orang Asia… Ga kayak lawan Italy n Spanyol… Menang seh menang… tapi apanya yang bisa dibanggakan? Untung aja pas lawan Jerman, Korsel ga menurunkan lagi 3 pemain tambahannya. Kalo ampe turun, ga kebayang deh gimana nasib persebakbolaan Asia di mata dunia. Paling ga buat Piala Dunia mendatang dimana Asia ga lagi jadi tuan rumah. Yah, moga persepakbolaan Asia terus maju….!
Bravo sepakbola !!!

ada mitos kalo sebenarnya pemain sepakbola german itu ada 14,
yang 3 bawa peluit ama bawa bendera di pinggir lapangan …. bener nggak ?
turut berduka untuk team korsel yang lagi sial …. ginsengnya kurang overdose …..

Ok! Kita tunggu aja deh gimana nanti, kabarnya orang Italia gak jadi mecat si Ahn ya? Hmmm, kalo kamu jadi Ahn kira-kira mau nggak balik lagi ke Perugia???

ANALISIS JERMAN vs KOREA

oleh bung Aan d’invzbl man

inilah dia semifinal yg paling menarik. karena was - was, jangan2 Jerman adalah tim berikutnya yg ditumbangkan oleh Korea. negara Asia pertama yg melaju ke babak semifinal. okey, posting ini sangat2 subjektif. tp gue berusaha tetap objektif. masalahnya gue kemaren megang spanyol dan kalah. dan bisa dikatakan kalo korea sangat terbantu oleh wasit. gue gak tau kejadian pas sama Italy, tapi jika 2 gol dalam satu pertandingan dianulir oleh wasit - luar biasa, kan ?. terutama gol morientes di babak perpanjangan waktu. jelas2 bola nampak belum keluar lapangan, namun hakim garis menyatakan out. Sepp Blatter pun menyatakan memang sangat menyesalkan tindakan beberapa wasit dan hakim garis yg kurang awas sehingga merugikan salah satu tim. contoh lain adalah ketika Mexico - AS. ketika sepak pojok untuk mexico, seorg pemain AS - yg bukan kiper Friedel - meninju bola dg tangannya sehingga selamatlah gawang AS. dari tayangan ulang nampak jelas ‘pencinta maradona’ ini meninju bola. pelatih meksiko bahkan sudah berteriak2 mengangkat tangan pertanda handsball - yg dilakukan di kotak pinalti - dan merupakan keuntungan bagi meksiko. namun wasit gak ngeliat, pertandingan jalan terus. bayangkan, pelatih meksiko dari jarak setengah lapangan mampu melihat kejadian tsb tapi tidak wasit dan hakim garis yg berada di sekitar lokasi.

masih ada keganjilan2 lain. demikian juga ketika Inggris - Brazil. wasit terlihat begitu membela Inggris, bahkan mengkartumerah ronaldinho.belakangan, ronaldinho dibolehkan main di final atas kesepakatan FIFA krn terbukti tacklenya tidak begitu keras. untungnya brazil menang, jd Scolari tidak murka seperti Trapattoni ketika Totti diusir wasit. sebenernya, wasit2 di perempat final ini sudah melewati seleksi ketat. nyatanya masih ada juga kejadian kontroversial. 2 gol dianulir. setiap pendukung spanyol pasti akan kesal. bahkan, headline surat kabar hari ini menyatakan bahwa Spanyol dirampok. Casillas tidak berdaya, karena sudah letih menghadapai 10 pemain selama 120 menit masih ditambah tekanan dari puluhan ribu penonton berkaos merah.

seorang teman yg frustasi karena spanyol terdepak - at least lebih menyesal dari gue pas inggris kalah - menyatakan, kalo kejadiannya kayak gini sudah pasti Korsel bakal lolos ke final. didukung 65 ribu penonton yg diperkirakan akan memenuhi stadion di Seoul, dan kemungkinan wasit - apalagi yg dibutuhkan Ahn Jung Hwan dkk ?. untuk itu, mari kita doakan supaya pak Urs Meier yg kemungkinan akan menjadi wasit di pertandingan ini mampu mengambil keputusan dengan baik dan adil. gue juga pasti bangga kalo korsel ke final, asal dengan cara yg betul2 murni dari pencapaian mereka. tidak dinodai oleh keputusan kontroversial. untuk wasit, memang ‘gak ada noda ya… gak belajar’ - spt kata iklan sabun cuci. tapi setelah ada ‘noda’ sebaiknya FIFA dan komisi wasit betul2 belajar. kalo perlu Collina diturunkan. memang beliau tugas resminya jadi ketua komisi inspektur pertandingan, tapi untuk pertandingan besar apa salahnya menggunakan wasit yg juga bernama ‘besar’. dan kalo Korea lolos dengan murni, tentu ini akan menambah salut untuk mereka dan mengurangi cemoohan yg selama ini terdengar.

dan tentu saja, Guus Hiddink akan mendapatkan lebih dari sekedar gratis naik pesawat first class selama 4 tahun dan bir gratis seumur hidup. namun lebih banyak lagi, menambah 1,6 milyar yg terus didapatkannya dari tiap babak yg dimainkan oleh tim korea selatan. bagi Jerman, ini adalah pembuktian bagi Rudi Voeller. setelah di penyisihan eropa terseok2 bahkan digebuk Inggris 5 gol. kini jerman jadi tim yg paling stabil. meskipun dilecehkan karena main tanpa teknik, dan bermain ’semenang-menangnya’, namun gue melihat Jerman cukup bagus. Ballack sepertinya sudah mulai terlihat seperti Lothar Matthaeus. gue cuman berharap gak ada lagi pemain macem Jurgen Klinsmann, hehehe…:). Klose ? kini golnya sama dengan ronaldo (yg diperkirakan tidak turun lawan turki krn cedera) dan rivaldo. masih ada kemungkinan jadi top skorer. dan kiper Oliver Kahn pastinya lebih bermental baja dibanding Iker Casillas jika terjadi adu penalti. semoga pertandingan hari ini jam 1/2 7 malam nanti akan berlangsung baik. hidup Urs Meier…!