Yah…. Sepertinya kita harus mengambil hikmah dari semua yang terjadi di dunia olah raga kita. Mulai dari Jor-Jor-an nya RCTI menayangkan siaran langsung Liga Italy hinggak Piala Dunia. Kita mungkin bangga karena kita adalah salah satu negara yang mempunya tontonan sepak bola yang boleh dikategorikan “Wah”
Tapi ingat…. setiap detik yang kita tonton adalah berarti “Uang Melayang” Padahal kalau saja kita mau lebih sedikit berhemat, kenapa kita nggak mati matian aja membeli hak siaran sepak bola kita sendiri. Memang sih kita banyak belajar dari cara mereka memainkan sepak bola atau mengelola sepak bola. Tapi apa mesti sampe sebanyak itu yang harus kita keluarkan hanya untuk sebuah tontonan yang belum tentu ada manfaatnya bagi rakyat kita.
Kita harus membayar Del Piero segitu mahalnya. :>
Wah.. kok komentarnya nyasar kemana mana ya………???
Kayanya kita mesti perbaiki dulu deh ekonomi negara kita. Baru kita bisa mikirin prestasi.
Sekarang para pemain sepak bola kita aja kayanya mesti mikir gimana seandainya suatu waktu PSSI nggak sanggup lagi nyelenggarakan Liga Indonesia. Mereka mesti jual kemana keahlian mereka. Sementara untuk bermain di negara lain kita belum punya nilai jual.
Kecuali pemain sepak bola kita sekelas sama Ronaldo dan kawan-kawan. Mereka bermain di negara orang yang berarti mereka bakal membawa uang ke negara mereka bangsa 1 atau 2 juta Dollar setiap tahunnya.
Yah………….
Sekarang mending kita pikirin ekonomi dulu deh.
Monthly Archive for July, 2002
liga italy rencananya mau ditanyain di SCTV ama TPI, jadi dibagi rata gitu .. biar kuat beli hak siarnya
Hal tersebut disebabkan karena kenaikan yang dipatok distributor pemegang hak siar Liga Italia, SPORT 5, terlalu tinggi. kenaikannya mencapai 2 kali lipat. padahal pada 3 musim terakhir, 4 pertandingan per pekan, biasa dipatok usd 1,8 juta (sekitar Rp 16,2 miliar). tapi pada musim depan, pihak SPORT 5 menaikkan harga menjadi USD 3,2 juta.
biaya yang di tanggung sebenarnya bukan itu saja, pihak pembeli hak siar harus membayar biaya laen seperti pajak 10 %, biaya uplink (USD 2500), biaya downlink (USD 2500) dan beberapa pos pengeluran yang laen.
itu belum termasuk biaya produksi Rp 2,3 miliar.
dari taon ke taon, harga hak siar liga italia memang mengalami kenaikan. ini lantaran tingginya peminat liga italia di tanah air. beberapa stasiun TV bersaing keras menawarkan harga tertinggi untuk mendapatkan hak siar. pihak distributor berpeluang mempermainkan harga karena stasiun2 televisi di Indonesia berjalan sendiri2.
padahal di Singapura, Malaysia dan Thailand, Liga Italia tidak laku. tak heran bila harga pembelian hak siar di ketiga negara tersebut murah sekali. mereka sengaja mempermainkan stasiun TV di Indonesia.
selain itu, pertimbangan RCTI mundur dari penayangan Liga Italia karena akhir2 ini ratingnya merosot. setidaknya terbukti dari 14 klub yang sudah menyatakan bergabung ke distributor SPORT 5, ternyata ada 4 klub yang tidak mau ditanyangkan.
RCTI rencananya mau memegang hak siar Liga Jerman, BUNDESLIGA. terlepas dari itu, RCTI juga punya rencana jangka panjang terhadap tayangan Bundesliga. Ingat, Piala Dunia 2006 bakal dihelai di Jerman. dengan membeli hak siar Bundesliga, bisa jadi hal itu memudahkan lobi mereka di Piala Dunia mendatang.
sementara itu, kompetisi Bundesliga baru dimulai pada 10 agustus mendatang, dan akan ditayangkan setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 22.25 WIB. sebagai partai pembuka RCTI bakal menayangkan partai klasik antara Bayern Muenchen versus Borussia Moenchengladbach dari stadion Bokelberg. untuk sponsor, RCTI bekerjasam dengan beberapa perusahaan Jerman di Indonesia melalui Indonesia-Jerman Forum, Indonesia-Jerman Circle. selain itu juga bekerja sama dengan kedutaan besar Jerman di Indonesia.
selain tayangan Bundesliga, RCTI juga menayangkan Liga Champions, UEFA dan kualifikasi Piala Eropa 2004. juga bulan september mendatang, RCTI juga menayangkan event Asian Games XIV di Busan Korea Selatan.
CIAO ARRIVEDERCI LEGA CALCIO ! VEDERE TU IN BUNDESLIGA
WILLKOMMEN IN BUNDESLIGA
Visa kerja suami Tamara Geraldine sudah habis dan harus kembali ke Jerman, Tamara memutuskan untuk ikut suami.
So?
Prediksinya adalah Tamara tenang aja ikut suami pindah ke Jerman toh nanti dia jadi koresponden RCTI untuk acara sport Liga Jerman. =)
Pas nonton tanyangna UFC seri XXII kemarin di TPI, disinggung sedikit mengenai tidak di izinkan TPI Fighting Championship (TPI FC) oleh KONI. Seperti kita tau TPI FC ini sudah berjalan 2 kali, yang semuanya disiarkan langsung oleh TPI.
Gue coba cari berita mengenai ini di media-media, tapi gak nemu, yah sambil nunggu apa sebenarnya yang terjadi dan berita lengkapnya, disini gue cuma mau menyampaikan pandangan dikit mengenai TPI FC ini. Sebenarnya dari segi mutu mungkin bisa dimaklumi kalo masih ada kekurangan disana-sini. Bahkan kalo diliat di pertandingan ke dua bisa diliat wasit sudah mulai lebih baik, peserta juga mulai seimbang. Kalo kita mau bandingin dg UFC sendiri, awalnya memang banyak kekurangan, tentu masih inget waktu wasitnya masih si -siapa itu, yang tua, bener-bener kacau, dan peserta masih menyesuaikan diri dnegan rule UFC.
Kalo dilihat dari tujuannya, sebenarnya cukup baik. Salah satunya adalah tempat penyaluran buat yang hobby berantem. Ini bagus sekali, seenggaknya dengan tampil di arena resmi seperti ini, juga ditayangkan di televisi, gue yakin para petarung berbakat bisa mempromosikan ke ahliannya, berprestasi dan pastinya mudah-mudahan dapet job yang lumayan, jadi bodyguard mungkin, atau mau muluknya jadi bintang sinetron :). Dan kalo kita lihat contoh2 petarung yang udah sukses di Amerika sana, banyak yang sukses buka perguruan. Intinya, segi positifnya pasti lebih besar. Gitu. Sedang untuk mengantisipasi hal-hal negatif, seperti, peserta yang belum siap mentalnya, lalu dikhawatirkan ada perselisihan antar perguruan misalnya, itu bisa di usahakan dengan memberikan pengertian dan pendidikan secara kontinyu, dan gue liat di acara UFC maupun Pride yang merupakan rujukan TPI FC ini si penyiar maupun tamu (komentator) sering sekali menyatakan pentingnya sikap sportif ini.
Untuk dampak pada penonton yang bisa saja meniru dan terpengaruh dengan gaya kekerasan yang ditampilkan, sebenarnya sederhana saja, ubah jam tayangnya jadi lebih malem, idealnya jam 12 malem. Kalo untuk acara bermutu, siapa pun rela menunggu ya enggak.
Ada pendapat lain? Atau ada yang tau email nya Mas Lamting, di invite aja ke blogsport.. hehehe
Situs Liga Indonesia
Buat yang mau tau lebih jauh tentang Liga Indonesia, bisa di liat di sini. Mulailah mendukung persepakbolaan Indonesia. Kalo bukan kita, siapa lagi? Kalo bukan sekarang, kapan lagi? Bravo!
nb: kapan ya Indonesia masuk Piala Dunia? ;p
Ada yang ngikutin liga Indonesia Divisi I ga? Kalo di Bali, berhubung ga ada jagoannya yang maen di Divisi utama, otomatis perhatiannya pada Divisi I yang sekarang uda masuk babak 8 besar. Ini dia team-team yang bertanding :
Group A
Persma Manado
Persik Kediri
Persijap Jepara
Persiraja Banda Aceh
Group B
Persegi Gianyar
Perseden Denpasar
Putra Samarinda
PSJS Jakarta Selatan
Hebat banget tuh Persegi dan Perseden; dua-duanya team dari Bali; yang uda mampu jadi juara di grupnya masing-masing. Aku seh, lebih jagoin Perseden (berhubung aku di Denpasar). He he he…
PERSEGI Gianyar, Bali yang jadi juara Grup II Divisi I PSSI siap main di luar kandang di babak ?8 Besar. Tim asuhan Pelatih Sutan Harhara ini tengah menjalani latihan intensif. “Kami tak gentar main di luar kandang. Kami bertekad lolos ke Divisi Utama? Kecil kemungkinan kita ditunjuk jadi tuan rumah karena ada Perseden Denpasar, hingga ditakutkan ada ?main mata?” demikian Manajer Persegi, Ida Bagus Gaga Adi Saputra di Denpasar, Jumat. Ditambahkan, peluang besar tuan rumah dimiliki PSJS Jakarta Selatan, yakni di Stadion Lebak Bulus. Alasannya, Putra Samarinda (Pusam) dan Perseden yang sama-sama satu grup sebelumnya pernah menjadi tuan rumah.
Diluar isu rencana ‘main mata’ Persegi-Perseden….besar banget harapan masyarakat Bali agar ada dari salah satu (kalo bisa kedua-duanya) untuk meramaikan Divisi Utama mendatang. Kita lihat saja…!