Monthly Archive for May, 2003


FORZA MILAN

Buat penggemar Juventus, Gak usah sedih, Toh Champions Cup tetap menuju Italy

FORZA AZZURI

Saksikan Final Liga Champion 2002/2003 antara
AC Milan vs Juventus
Kamis 29 Mei Pukul 01.45 WIB di RCTI

Milan vs Juventus

Sebagai scudetto 2002/2003, Juve memang perlu diadu ama Milan. Setidaknya, di serie A musim ini kedua tim saling mengalahkan. Dan yang menarik lagi, siapa yang bisa mengalahkan juara bertahan Liga Champion bisa jadi juara. Selain MU, kedua tim ini juga dapat menumbangkan Real Madrid sebagai juara bertahan.

Mudah-mudahan Juve bisa maen bagus n menang. Yeah, masalah tidak bisa ikutnya Nedved di partai puncak memang jadi masalah. Tapi mental Juve ngga perlu diragukan lagi. Sudah berkali-kali si nyonya tua ini membuktikan “Spirito Juve” mampu mengatasi masa-masa kritis. FORZA JUVE!

Real Sociedad, Penguasa Liga Primera 2002-2003

Banyak orang yang mengenal sepak bola Spanyol lewat Real Madrid atau Barcelona. Memang benar dua klub tersebut yang telah mengharumkan nama Spanyol di kancah sepakbola Eropa. Dua klub tersebut telah malang melintang di kompetisi lokal Liga Primera dan menjadi juara berulang kali. Namun di musim kompetisi beberapa tahun ini, kedua jagoan Spanyol tersebut harus merelakan kedudukannya sebagai jawara kepada klub-klub lain yang memang tidak sebesar Real Madrid atau Barcelona.
Kalau Real Madrid bangga dengan stadion Bernabeu yang memilik kapasitas terbesar di Eropa, maka Barcelona boleh bangga dengan kostumnya yang tidak pernah diembel-embeli dengan iklan. Kedua tim tersebut memang seakan tidak akan pernah kehabisan dana yang didapat dari penjualan tiket pertandingan kepada fans mereka. Bila klub-klub lain berusaha mendapatkan dana dengan menjalin kontrak dengan perusahaan-perusahaan besar untuk menambah dana kasnya, Barcelona dan Real Madrid cukup dengan menjual tiket pertandingannya yang rata-rata akan dibeli oleh sekitar 90 ribu penonton fanatiknya. Semua orang akan mahfum, jika mereka mampu membeli pemain-pemain besar untuk memperkuat skuadnya demi memuaskan keinginan fans untuk menjuarai La Liga.
Untuk dua musim kompetisi ini Real Madrid memang yang terdepan dalam urusan pembelian pemain bintang. Mulai dari Luis Figo, Zinedine Zidane, dan terakhir Ronaldo diboyong dari klub-klub besar Eropa pula. Padahal mereka tidak pernah kekurangan pemain-pemain bintang, sebut saja Raul Gonzalez, Roberto Carlos atau Fernando Hierro, mereka adalah pemain-pemain yang selalu tampil menawan di setiap pertandingan. Bahkan ketika Luis Figo dan Ronaldo dibeli seakan terjadi kegemparan di kancah sepakbola Eropa. Bagaimana tidak, Luis Figo adalah seorang pemain milik Barcelona, klub Catalan yang menjadi musuh bebuyutan yang sedang bersinar digaetnya dengan nilai transfer yang memecahkan rekor. Begitu juga Ronaldo yang notabene adalah lulusan Barcelona pula, sepertinya Real Madrid tidak pernah kekurangan pemain. Demikian pula Barcelona, untuk urusan pembelian pemain ternyata mereka hanya kalah oleh Real Madrid. Bahkan musim kompetisi ini mereka mengejutkan banyak orang dengan membuang pemain sekaliber Rivaldo, beruntunglah AC Milan mendapatkannya dengan gratis.
Tapi sayang keunggulan banyaknya pemain-pemain bintang tidak menjadikan mereka unggul di kompetisi lokal. Beberapa kali mereka ditaklukkan oleh klub-klub papan tengah bahkan juga oleh klub papan bawah. Yang menyedihkan sekarang adalah Barcelona, mereka seperti tidak punya pemain yang bisa meningkatkan gairah untuk memenangkan setiap pertandingan.
Musim kompetisi ini Real Sociedad diperkirakan akan menguasai Liga Primera Spanyol. Klub asuhan Raynald Denoueix ini telah membuktikan permainan menyerang mereka yang stabil. Kunci kesuksesan pelatih Perancis ini adalah mengoptimalkan peran pemain dalam setiap pertandingan. Sebut saja Sander Westerveld yang selalu bermain cantik dalam menjaga gawang, dibantu oleh Jose Pikabea dan Bjorn Tore Kvarme. Di bagian tengah mereka memiliki Xabi Alonso, Korkut Tayfun, Valery Karpijn, Dimitry Khoklov dan Nihat Kahveci yang berduet dengan Darko Kovacevic menjadi top skor klub. Bahkan duet Kovacevic-Kahveci lebih produktif daripada Ronaldo-Raul Gonzalez. Kekompakan pemain selalu dipertunjukkan di setiap pertandingan, menjadikan mereka selalu tampil tanpa tekanan.
Saat ini Real Sociedad menjadi favorit untuk menjuarai Liga Primera, padahal sebelumnya mereka adalah klub kecil yang selalu kalah bersaing dengan Real Madrid, Barcelona, Deportivo La Coruna, Valencia atau Atletico Madrid. Real Sociedad belum pernah kalah di kandang, bahkan Real Madrid dibungkam dengan skor 4-2, dan berhasil membalas kekalahan 2-1 dari Barcelona. Sepakbola bukan permainan pemain bintang. Sepakbola lebih mengutamakan kekompakan dan penerapan strategi permainan yang lugas. Dan di musim kompetisi ini Real Sociedad telah melakukannya dengan baik. Jadi kalau sekarang mereka diprediksikan akan menjadi juara hal tersebut merupakan suatu kenyataan.
Real Sociedad memang tim yang tidak sempurna, namun ketidak-sempurnaan tersebut berhasil mereka tutupi dengan kerja keras dan semangat yang tinggi. Buat Anda penggemar Liga Spanyol, Lihatlah kenyataan ini. Dan jangan tutup mata dan telinga Anda menyaksikan kehebatan Real Sociedad.

MILAN PAMER! Bantai Roma 4-1
Tanpa beberapa pemain utamanya, AC Milan masih bisa pamer kekuatan dengan membantai AS Roma 4-1 di final I Coppa Italia. Dan itu terjadi di kandang Roma! Wah…! Serigala Roma sudah kehilangan taring? Hasil itu hampir memastikan Milan bakal meraih juara coppa karena Roma harus menang 3-0 di pertandingan kedua di kandang Milan. Masih mungkin ga ya?

Final Liga Champion tambah seru nih :
Juara serie A vs Juara Coppa Italy !!!

Saya dengar-dengar Liga Italia itu tidak murni sportifitas-nya. Jadi siapa yang menang dan kalah ditentukan kuasa mafia-nya. UUD (Ujung Ujungnya Duit)-lah. Tapi ini cuma gosip. Saya sih awam, dan terkejut sekali mendengar gosip ini. Saya butuh konfirmasi bagi para tifosi. Apakah benar adanya? Kalau benar, kok jadi mirip sama sepak bola kita ya? Hmmm….

Centrocampo Liga Italia
Maradona Jagokan Milan Bakal Juara

Legenda hidup sepakbola dunia, Diego Armando Maradona buka suara. Katanya, ia menjagokan Milan bakal meraih juara Liga Champions musim ini.
Mantan pahlawan Napoli dan Argentina itu minggu ini dikabarkan tengah berada di Italia untuk melakukan liburan sambil bermain golf di dekat Fiuggi.

Di sela-sela liburan itu, Maradona melakukan makan malam bersama mantan pemain Napoli lainnya, Giuseppe Incocciati dan kemudian berbicara kepada pers.

“Milan adalah favorit juara, mereka akan mengalahkan Juventus di Old Trafford,” ujarnya seperti dikutip Channel4.com.

Kalimat itu diucapkannya menyusul pertanyaan wartawan setempat mengenai prediksinya pada final Liga Champions yang akan dilangsungkan 28 Mei.

Prediksi Maradona itu justru dibantah Dino Zoff. Legenda sepakbola Italia itu mengatakan bahwa terlalu sulit untuk memprediksikan siapa yang bakal juara.

“Milan dan Juve punya kekuatan yang sama dan sama-sama pantas meraih juara. Tidak satupun dari keduanya yang bisa disebut sebagai favorit atau underdog,” tegas mantan pelatih timnas Italia itu.

Ini yang ngomong Maradona loh… tapi ini pula harapan Gue

Sekedar mengingatkan, bahwa di awal kompetisi Liga Champions, di Blogsport ini Gue pernah posting tentang kebangkitan Klub-klub jawara Italia di Liga Champion, yaitu Juventus dan AC Milan. Prediksi itu bukan semata-mata karena Gue menyukai Liga Italia, tapi lebih dari itu Liga Italia di musim kompetisi ini memang sedang bangkit.
Ditandai dengan hengkangnya pemain-pemain bintang yang gak betah, di antaranya adalah Zidane dan Ronaldo. Pemain yang terakhir ini memang gak berguna sama sekali untuk klub Italia yang pernah diperkuatnya. Hengkangnya pemain-pemain yang gak betah itu justru menciptakan kondisi team yang semakin mandiri dan tidak hanya bertumpu pada pemain asing sebagai kekuatan team. Walaupun kontribusi pemain asing tetap dibutuhkan. Tetapi lihatlah statistik top scorer Liga Italia yang justru didominasi oleh pemain lokal. Christian Vieri dengan 24 gol tidak terkejar lagi oleh Del Piero dan Inzaghi yang hanya mengoleksi 16 gol. Sedangkan Pemain asing yang berhasil merajai top scorer hanya duet Parma, Adrian Mutu (16) dan Adriano (14).
Ditambah kapasitas pelatih bertangan dingin seperti Lippi, Ancelotti, Capello dan Cuper (keempat pelatih ini yang menangani empat klub yang memang pernah merajai Liga Champion), menjadikan permainan team lebih terorganisir dan itu dibuktikan dalam semifinal Liga Champions yang didominasi oleh Lippi, Ancelotti dan Cuper. Semua orang tahu Lippi dan Capello dapat dijadikan jaminan untuk menjadikan team yang ditanganinya memiliki determinasi tinggi dan bermental juara.
Jadi kalo sekarang Italian Final jadi kenyataan… ya sudahlah buat yang anti Liga Italia selamat menangis deh… Dan buat pengagum Ronaldo atau Zidane… Kaciannn deh lo…..