Archive

Euro 2008: Lanjutkan Pertempuran

Lupakan penyisihan grup, saatnya memasuki tahap yang lebih menegangkan. Kalah berarti pulang, menang berarti maju, sejauh mana dapat melangkah. Kejutan tetap ada, ingat Yunani yang datang dan mengambil piala juara dari para raksasa Eropa lainnya di pagelaran sebelumnya.

Kalaupun bisa disebut kejutan (atau malah Kejutannya kejutan!) yaitu tersingkirnya juara bertahan Yunani secara tragis, tidak mampu mendapat poin dari tiga pertandingannya di grup tidak terlalu maut yang hanya melibatkan tim yang susah berprestasi di turnamen tapi tetap dianggap tim besar: Spanyol, tim yang selalu hebat di kualifikasi namun hanya bisa mengejutkan di turnamen sebenarnya: Swedia, serta tim yang tidak diharapkan karena telah menyingkirkan negara penemu sepakbola modern yang sekarang banyak diidolai: Rusia. Swedia kemudian menemani Yunani untuk pulang lebih awal.

Menonton Sepak Bola dan Penyakit Jantung

Kemarin malam Piala Eropa 2008 telah dibuka. Itu artinya berbagai elemen yang terlibat mulai super sibuk menyambut event 4 tahunan itu. Mulai dari pemain, pelatih, suporter, polisi, pedagang souvenir sampai dokter juga akan disibukkan oleh pesta sepakbola sekelas Piala Dunia tersebut. Lho… kok dokter juga ikutan sibuk? Bukan hanya karena cedera akibat tawuran antar suporter lho…

Sepak Bola dan Penyakit Jantung

Belajar dari hasil penelitian 2 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006, Dr Ute Wilbert-Lampen dkk dalam jurnal kedokteran The New England Journal of Medicine (NEJM) yang berjudul “Cardiovascular Events during World Cup Soccer” atau “Kejadian Kardiovaskuler saat Piala Dunia” melaporkan serangan jantung akut didapatkan pada 4279 orang pasien. Pada hari yang melibatkan tim tuan rumah Jerman didapatkan angka kejadian untuk serangan jantung meningkat 3,26 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol; untuk laki-laki. Sedangkan pada wanita, angka kejadian meningkat 1,82 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol. Periode kontrol adalah angka kejadian serangan jantung bulan Mei-Juli di tahun 2003 dan 2005. Selama penelitian ini, peneliti hanya melibatkan fans Jerman yang mengalami gangguan jantung. Peneliti menyebutkan ketika menonton pertandingan yang penuh dengan tekanan (stres) dapat menimbulkan ketegangan otot jantung yang berujung pada kasus serangan jantung.

Timnas Indonesia 1 - 5 Bayern Muenchen

Timnas Indonesia 1 - 5 Bayern Muenchen! Sebuah hasil yang timpang bagi timnas Indonesia. Jauh dari score 3-3 yang sempat diprediksikan RCTI. Namun tak apa-apa. Toh timnas Indonesia sudah memperlihatkan kerja keras yang luar biasa. Bahkan permainan Indonesia tidak bisa dibilang buruk. Ya… hanya memang beda kelas. Meski pemain Bayern Muenchen juga tidak melulu diisi oleh pemain-pemain FC Hollywood-nya, bahkan Bayern Muenchen banyak menurunkan pemain-pemain muda yang berusia 18 tahun.

null

skateboard

udah sejak tahun 1998 ku main skate…………………

tahun 2003 berhenti total

Drawing perempat final Liga Champion

Wah, Roma gua ketemu lagi nih ma Mencretster United. Hu, ga papa lah. Bagus juga buat roma ketemu tim tim kuat, buat ngasah mental. Kapan lagi coba ketemu tim tim tangguh, dan kalo beruntung dan konsisten seperti lawan madrid bukan ga mungkin Roma bisa bikin kejutan lagi. Abis itukan bisa ketemu tim raksasa lainnya spt Barca atau Chelsea.

Patai menarik lain, adalah laga antara 2 tim inggis. Arsenal - Liverpool

Nonton Bareng Madrid - Roma

Indonesia Romanista dan Madridista Indonesia akan mengadakan kegiatan Nonton Bareng Liga Champion antara Madrid vs Roma. Acara berlangsung tgl 6 Maret pukul 02.00 Di Cosmo Futsal Cafe, Kelapa Gading jakarta.
nobar madrid roma
Info lebih lanjut….

Eduardo, patah kakinya

eduardo kaki
Serem banget ya. Hati hati, terutama yg main futsal, jangan sampe kaki orang kita bikin kayak gini, dan jangan sampe kaki kita yang bernasip seperti kakinya Eduardo pemain Arsenal ini yang kakinya di “sikat” pemain Birmingham City, Martin Taylor, saat menjamu Arsenal February 23, 2008.